Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pojok Opini

Janda Vs Perawan

Assalamualaikum. Hai.. sudah beberapa hari ini gue gak menulis blog lagi. Karena beberapa hari belakangan ini gue sibuk dan ditambah sudah seminggu ini gue udah bekerja di salah satu BUMN. Jadi gue gak ada waktu buat menulis lagi kecuali sabtu dan minggu yang dimana gue pake buat istirahat atau refreshing . Jadi karena gue lagi gabut alias gue lagi gak sibuk atau lebih jelasnya kerjaan gue udah kelar untuk saat ini. Jadi gue kembali menulis lagi. Kali ini gue akan mengangkat tema yang setahun belakangan ini cukup booming di media sosial atau media infromasi macam media cetak dan elektronik. Yak. Dan tema yang gue angkat sesuai dengan judul yang sudah gue tulis. Yaitu Janda Vs Perawan. Mari tepuk tangan.. prok..prok..prok..prok..  Emang ada ya berita tentang Janda Vs Perawan? Gak ada. Hahaha… Yang gue maksud adalah pernikahan beda usia yang cukup bahkan sangat jauh antara pemuda belasan hingga dua puluhan menikahi nenek-nenek yang minimal usianya 40 tahun sampai usia 70-8...

Ayo Lawan Hoax !!!

Assalamualaikum. Sudah masuk bulan baru, harus ada pos baru. Kali ini gue akan mengisi blog gue dengan Pojok Opini yang agak berat. Gue akan mengangkat tema hoax. Yup, yang kalian baca benar sekali. Hoax. Kenapa gue mengangkat tema hoax. Karena beberapa hari ini hoax semakin ramai saja di dunia maya dan terbawa ke dunia nyata. Hoax sebenarnya sudah dari jaman baheula, tapi semakin hari hoax semakin diminati. Entah sebagai hiburan, sebagai kesenangan untuk menjatuhkan orang atau kelompok, atau bahkan sebagai sumber penghasilan. Gue bisa dibilang beberapa minggu belakangan ini gencar menyuarakan semangat anti hoax. Dari Facebook, Instagram, Twitter, bahkan WhatsApp. Sebenarnya sudah setahun belakangan gue mencoba menjadi aktivis anti hoaxtapi gak segencar seminggu belakangan ini. Karena semakin nyeremin aja hoax ini. Oke gue lanjutkan dari basic dulu. Apa itu Hoax? Apa bedanya dengan Fitnah? Apa saja jenis Hoax? Hoax secara bahasa adalah lelucon, cerita bohong, menipu, memperdaya...

Anda, Kamu, dan Elu

Assalamualaikum. Ini adalah kelanjutan dari tulisan gue yang sebelumnya. Yaitu "Saya, Aku, dan Gue". Melanjutkan yang sebelumnya, kenapa harus menggunakan "Anda", "Kamu", dan "Elu" pada tempat yang tepat? Seperti yang sebelumnya gue tulis. Semua tergantung situasi, orang yang diajak berbicara, dan kedekatan atau hubungan dari lawan yang diajak berbicara.  1. Anda Anda adalah lawan bicara dari "Saya". Kata "Anda" biasa dipakai bila dalam keadaan yang formal. Seperti saat berbicara dengan kolega kerja dalam acara penting, berbicara dengan karyawan atau bawahan, dan lain sebagainya. Kenapa tidak digunakan kepada orang yang "lebih tinggi" (jabatan dan status)? Karena kata Anda kurang baik atau kurang sopan, karena kata "Anda" lebih bagus bila orang yang diajak berbicara setara atau di bawah lagi. Sedangkan dengan yang "lebih tinggi", dianjurkan menggunakan "Bapak" atau "Ibu"...

Hello... My Name Is Introvert (Re-Post)

Assalamualaikum. Karena gue masih gabut alias nganggur gak jelas. Akhirnya gue merepost tulisan gue dengan sedikit perubahan. Dan tulisan ini akan gue masukan ke dalam tema Pojok Opini. Perbedaannya dengan tulisan yang sebelumnya, beberapa bagian yang gue anggap gak penting akan dihapuskan dan lebih fokus membahas Introvert. Gue cuma akan membahas khusus Introvert aja. Jadi kalau ada pertanyaan lain silahkan dikomentar aja ya. Menurut Carl Gustav Jung. Ada 3 jenis kepribadian pada manusia. Yaitu Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert. Secara garis besar, Introvert diartikan sebagai kepribadian yang berada dalam pikiran manusia. Jadi setiap perilaku yang dimunculkan oleh orang yang Introvert itu berdasarkan pikirannya. Beda dengan Ektrovert yang cenderung melakukan banyak hal dengan spontan atau tanpa pikir panjang. Yang penting bertindak dulu baru memikirkan akibatnya. Berkebalikan dengan Introvert yang kebanyakan direnungkan dulu dalam pikirannya dan dirasa sesuai, baru dia bertinda...

Saya, Aku, dan Gue

Assalamualaikum. Karena ini adalah tulisan pertama dari tema baru. Maka gue akan mengangkat hal yang remeh dan gak begitu penting serta tidak panjang. Kenapa gue mengangkat judul ini? Karena beberapa orang bertanya kepada gue. Kenapa kadang gue menggunakan "Saya", "Aku", dan "Gue" dalam bentuk tulisan atau lisan. Menurut gue, penggunaan "Saya", "Aku", dan "Gue" harus tepat penggunaannya, menyesuaikan dengan siapa kita berbiacara atau yang kita ajak mengobrol. Karena ada kepantasan atau tata krama yang harus terpenuhi agar memenuhi unsur kesopanan dan menghindari ketersinggungan saat berbicara. Oke, akan gue bahas satu persatu. Dari "Saya", "Aku", dan "Gue" 1. Saya Saya adalah kata yang menurut gue dipakai bila diri kita sedang berbicara dengan orang yang dihormati atau yang derajatnya atau pangkatnya lebih tinggi. Contoh, kalau kita berbicara dengan orang tua, bos, guru, dosen, kepala sek...