Postingan

Menampilkan postingan dengan label Rene Lestari

Love Will Find A Way (Part 1 of 2)

"Dear Novita, Sebelumnya, selamat Anniversary yang pertama untuk kita berdua. Sudah setahun berlalu sejak pernikahan kita. Aku tidak mengira kalau kita bisa bersama dan membangun rumah tangga hingga sekarang. Dan menjalani hidup berdua dalam satu atap rumah tangga yang aku pikir tidak akan pernah terjadi. Aku mau jujur. Sudah lama aku memendam rasa ini. Sudah berulang kali aku ingin mengungkapkannya. Tapi tidak pernah bisa. Setiap ada kesempatan, aku tidak mampu mengeluarkan kata-kata ini. Dan setiap akan mengungkapkannya, aku ragu. Aku merasa tidak enak. Merasa galau. Bingung juga. Ditambah aku tidak tega untuk mengungkapkan ini. Dan melalui surat ini. Aku ingin mengungkapkan segalanya. Aku ingin kita cerai. Aku ingin kita berpisah. Maaf, aku sudah membulatkan tekad dan berpikir ulang untuk mengatakan ini. Perjodohan yang dilakukan oleh keluarga kita, aku anggap tidak berhasil. Jujur. Selama satu tahun berumah tangga. Aku tidak berhasil menumbuhkan rasa cinta te...

Dreaming

Namaku Azka Rudolf. Bukan karena aku keturunan bule atau aku orang tuaku kebule-bulean. Aku merupakan anak yang diadopsi oleh pasangan Inggris-Indonesia, Frank Rudolf dan Winda Rudolf. Aku diadopsi mereka sewaktu aku berusia 7 tahun. Saat itu aku berada di sebuah panti asuhan bernama Panti Asuhan Harapan dan Doa Ibu yang berada di Surabaya. Dan saat ini aku tinggal di sebuah rumah di London, Inggris. Rumah yang tidak mewah dan tidak juga sederhana. Aku sekarang sudah berusia 25 tahun. Beberapa kali aku berpikir untuk kembali ke Indonesia. Hanya untuk sekedar mencari kedua orang tua asliku. Dan ya, aku diberitahu oleh kedua orang tua angkatku bahwa aku adalah anak angkat yang diadopsi di Indonesia saat berusia 4 tahun. Mereka mengadopsiku karena mereka tidak bisa memiliki seorang anak hingga sekarang. Dan karena aku adalah anak tunggal dan sangat disayang oleh mereka, setiap aku ingin ke Indonesia, aku selalu teringat cinta dan sayang yang selalu diberikan oleh kedua orang tua angkatku...

Cinta dan Sayang

Sebuah jembatan layang yang muat dua mobil dari dua arah cukup menjadi sangat ramai. Kemacetan terjadi dari dua arah. Dari mobil, motor, sepeda, bahkan pejalan kaki berhenti di tengah-tengah jembatan. Mereka menyaksikan dan berusaha membujuk seorang gadis yang berusia 22 tahun tersebut untuk turun dari jembatan. Jembatan yang cukup tinggi. Jembatan yang menyatukan dua desa dari sungai yang cukup deras di bawah jembatan itu. Gadis itu bernama Amelia Kristi. Gadis yang baru dua jam yang lalu diputuskan oleh pacarnya. Pacar yang sangat disayangi dan dicintainya. Yang sudah berhubungan selama satu tahun. Amel hanya memiliki seorang ibu. Ibunya bernama Marifa. Dia berusaha membujuk Amel agar turun dari pinggir jembatan. Amel berusaha untuk mengakhiri hidupnya karena putus cinta. "Amel sayang. Turun, nak dari jembatan" bujuk ibunya "......." "Amel. Ibu mohon turun" "Gak mau!!" "Amel. Kamu gak kasihan sama ibu?" "Amel gak...

Cinta Datang Karena Anugerah Yang Kuasa

Namaku Raditya Adi. Aku biasa dipanggil Radit. Usiaku sudah masuk 26 tahun. Dan sudah dua tahun aku menjadi seorang jomblo. Yah... susah senang menjadi seorang jomblo sudah kualami. Dari ledekan teman sampai merasa kesepian. Meskipun kadang jalan bareng sama teman atau sahabat atau bahkan keluarga, tapi tidak kalah sering juga aku jalan hanya sendirian. Benar. Sendiri. Tanpa ada teman atau keluarga sekalipun. Sepi. Sendiri. Bahkan bingung mau bicara dengan siapa saat jalan sendirian. Kadang ngebanyol dengan orang yang baru ditemuin. Mulai dari kasir Indom**t (cewek yang pastinya), tukang parkir (kebanyakan bapak-bapak), sampai orang yang sebelahan duduk di transportasi umum. Ya.... kadang mereka suka. Tapi gak jarang juga mereka menunjukan ekspresi 'apasih!?', 'gak jelas!', 'dikata ganteng apa!?', dan sebagainya. Pacaran pertamaku dimulai saat SMP. Awalnya hanya gebetan selama 1 tahun. Tapi akhirnya jadian juga. Nama pacar pertamaku adalah Juwita Asri. Di...

Habis Gelap Terbitlah Terang

"Dear Joni, Aku sebenarnya masih sayang sama kamu. Aku masih cinta sama kamu. Tapi aku..... Entah lah. Ada perasaan yang mengganjal dalam hati aku. Setelah sekian lama kita bersama. Setelah banyak hal kita lalui selama delapan tahun ini. Aku bahagia.. Sungguh saat bersamamu aku merasakan kebahagiaan. Dari waktu kita nonton bareng, makan bareng, jalan bareng, bahkan sampai melakukan hal absurd juga bareng. Aku bahagia sekali.... Tapi... sungguh. Ini berat untukku. Aku tau ini juga berat untukmu, Joni. Tapi...... Ada yang sepertinya mengganjal dalam hati ini. Aku rasa hubungan kita tidak bisa lanjut lagi. Maaf, Joni. Aku tau ini sepihak. Berat rasanya menuliskan surat ini. Aku menangis dan tak berhenti sampai akhirnya surat ini selesai. Sekali lagi maafkan aku. Maafkan keegoisan aku. Kita udahan ya, Joni. Aku pikir kita bisa berteman. Bisa jadi sahabat yang baik dan saling pengertian. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih karena pernah mau" Salam sayang, Rima...