Postingan

Love Will Find A Way (Part 1 of 2)

"Dear Novita, Sebelumnya, selamat Anniversary yang pertama untuk kita berdua. Sudah setahun berlalu sejak pernikahan kita. Aku tidak mengira kalau kita bisa bersama dan membangun rumah tangga hingga sekarang. Dan menjalani hidup berdua dalam satu atap rumah tangga yang aku pikir tidak akan pernah terjadi. Aku mau jujur. Sudah lama aku memendam rasa ini. Sudah berulang kali aku ingin mengungkapkannya. Tapi tidak pernah bisa. Setiap ada kesempatan, aku tidak mampu mengeluarkan kata-kata ini. Dan setiap akan mengungkapkannya, aku ragu. Aku merasa tidak enak. Merasa galau. Bingung juga. Ditambah aku tidak tega untuk mengungkapkan ini. Dan melalui surat ini. Aku ingin mengungkapkan segalanya. Aku ingin kita cerai. Aku ingin kita berpisah. Maaf, aku sudah membulatkan tekad dan berpikir ulang untuk mengatakan ini. Perjodohan yang dilakukan oleh keluarga kita, aku anggap tidak berhasil. Jujur. Selama satu tahun berumah tangga. Aku tidak berhasil menumbuhkan rasa cinta te...

My Cats

Gambar
Assalamualaikum. Halo. Kali ini, dalam pos gue. Gue akan menceritakan tentang kucing-kucing gue.  Setelah pos sebelumnya gue bahas hal yang gue pikir cukup berat. Jadi gue putuskan untuk menulis yang ringan lagi. Yup, gue (akhirnya) memelihara kucing. Baru tiga bulan belakangan sebenarnya. Tapi gue dekat dengan kucing sudah cukup lama. Tapi kalau pelihara langsung baru tiga bulan belakangan ini. Sebagian besar kucing yang gue pelihara adalah domestik (kampung). Karena gak ada niat pelihara langsung. Paling cuma kasih makan atau dibolehin tidur di rumah. Sisanya mereka mandiri. Dan di pos ini, gue akan memperkenalkan kucing-kucing gue yang tertangkap kamera. 1. Kitty (Sumber: Doc. Pribadi) Kitty si kucing domestik datang ke rumah gue sekitar tahun 2015 tepat beberapa bulan semenjak gue pindah kembali ke rumah setelah selesai direnovasi. Awalnya takut atau menghindar. Tapi karena sering dikasih makan, dia mulai melunak. Mulai deket dan akhirnya dempel. Dia seekor betina y...

Ayo Lawan Hoax !!!

Assalamualaikum. Sudah masuk bulan baru, harus ada pos baru. Kali ini gue akan mengisi blog gue dengan Pojok Opini yang agak berat. Gue akan mengangkat tema hoax. Yup, yang kalian baca benar sekali. Hoax. Kenapa gue mengangkat tema hoax. Karena beberapa hari ini hoax semakin ramai saja di dunia maya dan terbawa ke dunia nyata. Hoax sebenarnya sudah dari jaman baheula, tapi semakin hari hoax semakin diminati. Entah sebagai hiburan, sebagai kesenangan untuk menjatuhkan orang atau kelompok, atau bahkan sebagai sumber penghasilan. Gue bisa dibilang beberapa minggu belakangan ini gencar menyuarakan semangat anti hoax. Dari Facebook, Instagram, Twitter, bahkan WhatsApp. Sebenarnya sudah setahun belakangan gue mencoba menjadi aktivis anti hoaxtapi gak segencar seminggu belakangan ini. Karena semakin nyeremin aja hoax ini. Oke gue lanjutkan dari basic dulu. Apa itu Hoax? Apa bedanya dengan Fitnah? Apa saja jenis Hoax? Hoax secara bahasa adalah lelucon, cerita bohong, menipu, memperdaya...

Sendiri

Aku memamng suka sendiri Karena aku memang penyendiri Aku memang seperti tidak peduli Tidak peduli dengan keadaan di sekitar sini Bukannya aku seorang yang acuh Yang tidak mau peduli dengan sekitar Aku hanya sulit bersosialisasi Bukan sulit untuk beradaptasi Mungkin karena aku seorang yang pendiam Yang bukan berarti tidak bisa berbicara Aku bisa berbicara banyak Aku bisa juga berteriak sangat kencang Tapi kesendirian ku ini Tidak ada hubungannya dengan pendiamnya aku Bukan karena aku tidak punya teman Bukan juga tidak mau mendekati orang lain Aku hanya sendirian yang bukan berarti untuk terlihat misterius Aku hanya suka memikirkan suatu hal sendiri Aku hanya suka memecahkan masalah sendiri Aku juga hanya suka berimajinasi sendiri Inilah aku… Orang yang penyendiri… Tapi aku tidak selamanya sendiri Jika aku sudah menikah nanti… Sendiri ku ini, akan menjadi “kita”            ...

Indonesia Sekarang

Indonesia…. Negara dimana masyarakatnya sulit ditebak Watak dan perilakunya tak pernah sama Negara yang dulu dikenal bangsa yang ramah Tapi sekarang jauh berbeda sama sekali Dimana kemunafikan semakin merajalela Nilai kejujuran semakin lama semakin terkikis Kedisiplinan menjadi hal yang cukup mahal Instansinya pun tak jauh berbeda Kepolisian yang katanya menangkap penjahat, sekarang menjadi penjahat Rumah sakit yang katanya mengobati, nyatanya banyak rakyat miskin sakit yang terbuang Para anggota dewan pun yang katanya mewakili rakyat, nyatanya hidup bagai “dewa” yang tak tersentuh Lebih parah lagi, perilaku menjadi serba terbalik Orang jujur sekarang diteriaki sebagai seorang penipu Orang yang mau bekerja sekarang diteriaki pencitraan Bahkan orang yang baik pun sekarng diteriaki sebagai penjahat kelas kakap Sesungguhnya, ada orang Indonesia yang masih berjalan di “jalan yang lurus” Hanya saja mereka masih tertutupi Tertutupi oleh tingginya...

Mungkin Bodoh

Aku memang bodoh Orang-orang selalu menganggap aku bodoh Tidak peduli apapun yang kulakukan aku selalu dianggap bodoh Meskipun itu adalah perbuatan baik, aku tetap dianggap bodoh Apa itu salahku …? Aku pikir mungki ya… mungkin tidak Apa salah orang tua ku ? Ah… itu pun bukan kesalahan mereka Salah nasib…? takdir…? Sepertinya… ya bukan salah “mereka” juga Lalu siapa yang patut disalahkan akan kebodohan ini…? Aku pun masih mencari jawaban dari pertanyaan itu Lalu apa yang harus aku lakukan… ? Belajar ? Sudah aku lakukan sejak lama Tapi, tetap saja aku bodoh… Sekeras apapun aku belajar, aku akan tetap seperti ini Sekeras apapun aku berusaha, aku akan tetap seperti ini Curiga ku, sepertinya aku mengalami suatu gangguan Gangguan yang sebenarnya umum tapi belum ada obatnya Pusing sering kualami Hilang keseimbangang hanya beberapa kali dialami Kualitas ingatan yang kurang baik Konsentrasi pun terganggi setiap saat Apakah orang lain...

Anda, Kamu, dan Elu

Assalamualaikum. Ini adalah kelanjutan dari tulisan gue yang sebelumnya. Yaitu "Saya, Aku, dan Gue". Melanjutkan yang sebelumnya, kenapa harus menggunakan "Anda", "Kamu", dan "Elu" pada tempat yang tepat? Seperti yang sebelumnya gue tulis. Semua tergantung situasi, orang yang diajak berbicara, dan kedekatan atau hubungan dari lawan yang diajak berbicara.  1. Anda Anda adalah lawan bicara dari "Saya". Kata "Anda" biasa dipakai bila dalam keadaan yang formal. Seperti saat berbicara dengan kolega kerja dalam acara penting, berbicara dengan karyawan atau bawahan, dan lain sebagainya. Kenapa tidak digunakan kepada orang yang "lebih tinggi" (jabatan dan status)? Karena kata Anda kurang baik atau kurang sopan, karena kata "Anda" lebih bagus bila orang yang diajak berbicara setara atau di bawah lagi. Sedangkan dengan yang "lebih tinggi", dianjurkan menggunakan "Bapak" atau "Ibu"...